<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3697597367743828797</id><updated>2011-04-21T12:03:49.975-07:00</updated><title type='text'>Kehidupan Redoks Manusia</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://arafat07.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3697597367743828797/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafat07.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Arafat CH4O7 akenoru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09081237962441821536</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3697597367743828797.post-6990624225525169378</id><published>2008-12-24T17:14:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T17:20:34.314-08:00</updated><title type='text'>Jutaan Coliform di Kota Seribu Sungai Berbahaya bagi Kita</title><content type='html'>  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kita bangga kota Banjarmasin dikenal dengan sebutan kota seribu sungai, karena inilah yang menjadi ciri ibukota provinsi kita,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tapi apakah kita patut bangga jika dibalik julukan itu ada sesuatu hal yang tidak kita inginkan jika ditinjau dari sudut pandang mikrobiologi, yaitu adanya bakteri pembusuk yang salah satunya adalah bakteri coliform. Bakteri coliform adalah golongan bakteri intestinal, yaitu hidup dalam saluran pencernaan manusia. Mendeteksi coliform jauh lebih murah, cepat, dan sederhana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;daripada mendeteksi bakteri patogenik lain. Coliform adalah indikator kualitas air, jadi semakin sedikit kandungan coliform artinya kualitas air semakin baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Sungai-sungai yang ada kondisinya hampir sama saja, tidak memenuhi standar kesehatan dan banyak sampah. &lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Kebanyakan warga yang berdomisili di daerah bantaran sungai mengalirkan limbah kamar mandi dan membuat saluran drainase langsung ke sungai. Bahkan hingga kini masih ada warga yang memanfaatkan sungai sebagai tempat untuk mencuci, mandi, dan buang air besar. Jika tidak segera diantisipasi, ini dapat menjadi lebih parah. Pelanggar peraturan yang menyebabkan pencemaran di &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; ini harus ditindak tegas. Sebagian besar sampah yang dibuang itu adalah bahan organik. Secara langsung, itu menurunkan kualitas air. Sebab, mikroba dalam sungai menguraikan zat organik tersebut. Mikroba tersebut memerlukan oksigen. Artinya, semakin banyak bahan organik yang dibuang, semakin sedikit kandungan oksigen dalam sungai. Kehidupan makhluk hidup dalam sungai terancam. Selain itu, tinja menjadi salah satu limbah domestik yang sangat &lt;i&gt;infectious&lt;/i&gt; (sangat cepat membuat infeksi). Air yang tercemar tinja menyebabkan berbagai penyakit. Misalnya, gangguan pencernaan, penyakit kulit, dan penyakit mata. Penyakit itu bisa menjangkiti warga yang memakai air sungai sebagai bahan &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;baku&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; air minum atau mandi. Berdasarkan pengamatan yang saya lakukan di daerah Pasar Lama yang juga merupakan tempat pemukiman warga sekaligus pasar, setiap harinya mereka mandi dan mencuci di &lt;i&gt;batang&lt;/i&gt;, selain itu juga para pedagang sayuran yang berjualan sering membuang sisa jualannya yang tidak layak lagi, ada juga yang membuang kulit udang langsung di sungai tempat warga tersebut mandi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seakan-akan tidak ada sedikit pun rasa takut akan bakteri tersebut, atau mungkin juga sebagian besar dari mereka memiliki pengetahuan yang kurang tentang bakteri coliform. Ini juga menjadi kendala bagi kebersihan sungai di &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; kita, yang tahu saja masih melakukan apalagi yang tidak tahu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kelompok bakteri pencemar, misal bakteri golongan Coli, yang kehadirannya di dalam badan air dikategorikan bahwa air tersebut terkena pencemar fekal (kotoran manusia), karena bakteri Coli berasal dari tinja/kotoran, khususnya manusia. Coli termasuk golongan&lt;em&gt; Enterobactericeae. Enterobactericeae&lt;/em&gt; merupakan kelompok bakteri yang bersifat gram negative, aerob dan fakultatif anaerob, tidak berspora dan berbentuk batang, memfermentasi glukosa, mereduksi nitrat, oksidase negatif serta tahan dalam garam empedu. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah genus Salmonella, Shigella, Yersinia, Proteus, Erwinia, Serratia dan Escherichia. &lt;em&gt;Escherichia Coli &lt;/em&gt;adalah spesies bakteri penghuni normal dalam saluran pencernaan manusia dan hewan. Bakteri ini berbentuk batang, gram negatif, bersifat anaerobik fakultatif dan mempunyai flagella peritrikat. Bakteri Coli merupakan jasad indikator dalam air, bahan makanan, dan sebagainya untuk kehadiran jasad berbahaya yang memiliki persamaan sifat gram negatif, berbentuk batang, tidak membentuk spora, serta mampu memfermentasikan kaldu laktosa pada temperatur 370 &lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C dengan membentuk asam dan gas dalam waktu 48 jam. &lt;em&gt;Escherichia&lt;/em&gt; sebagai salah satu contoh bakteri &lt;em&gt;Coli &lt;/em&gt;memiliki beberapa spesies hidup dalam saluran pencernaan makanan manusia dan hewan berdarah panas. Sejak diketahui bahwa jasad tersebut tersebar pada semua individu, analisis bakteriologis terhadap air minum ditujukan kepada kehadiran jasad tersebut. Walaupun adanya jasad tersebut tidak dapat memastikan adanya jasad patogen secara langsung, dari hasil yang didapat memberikan kesimpulan bahwa Coli dalam jumlah tertentu dalam air dapat digunakan sebagai indikator adanya jasad patogen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Saat ini, untuk menganalisis adanya coliform dapat menggunakan metode pengujian yang dinamakan dengan metode Most Probable Number (MPN) atau jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia adalah Jumlah Perkiraan Terbatas (JPT). Metode ini merupakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;metode standar World Health Organization (WHO) dalam identifikasi coliform di air, susu, dan makanan tertentu. Metode MPN terdiri dari tiga tahap, yaitu uji pendugaan (presumtif test), uji konfirmasi (confirmed test), dan uji kelengkapan (completed test). Dalam uji tahap pertama, keberadaan coliform masih dalam tingkat probabilitas rendah; masih dalam dugaan. Uji ini mendeteksi sifat fermentatif coliform dalam sampel. Karena beberapa jenis bakteri selain coliform juga memiliki sifat fermentatif, diperlukan uji konfirmasi untuk mengetes kembali kebenaran adanya coliform dengan bantuan medium selektif diferensial. Uji kelengkapan kembali meyakinkan hasil tes uji konfirmasi dengan mendeteksi sifat fermentatif dan pengamatan mikroskop terhadap ciri-ciri coliform: berbentuk batang, gram negatif, tidak-berspora. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Output metode MPN adalah nilai MPN. Nilai MPN adalah perkiraan jumlah unit tumbuh (growth unit) atau unit pembentuk-koloni (colony-forming unit) dalam sampel. Namun, pada umumnya, nilai MPN juga diartikan sebagai perkiraan jumlah individu bakteri. Satuan yang digunakan, umumnya per 100 mL atau per gram. Jadi misalnya terdapat nilai MPN 10/g dalam sebuah sampel air, artinya dalam sampel air tersebut diperkirakan setidaknya mengandung 10 coliform pada setiap gramnya. Makin kecil nilai MPN, maka air tersebut makin tinggi kualitasnya, dan makin layak minum. Metode MPN memiliki limit kepercayaan 95 persen sehingga pada setiap nilai MPN, terdapat jangkauan nilai MPN terendah dan nilai MPN tertinggi. Jika jumlah coliform dalam suatu perairan terdiri lebih dari 200 koloni/100 ml maka kemungkinan besar perairan tersebut mengandung bakteri patogen. Kondisi perairan yang demikian, berpotensi menimbulkan berbagai macam penyakit infeksi. Salah satunya adalah penyakit saluran pencernaan seperti diare. Dari metode tersebut kita dapat mengetahui jumlah coliform yang ada, itu pun hanya setiap 100 ml air sungai saja, coba kita bayangkan berapa banyak total coliform yang ada pada sungai kita. Begitu banyak dampak negatif yang ditimbulkan oleh bakteri coliform pada sungai, sekarang tinggal kesadaran kita yang perlu ditingkatkan agar tidak membuang sampah sembarangan di sungai, terutama tinja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3697597367743828797-6990624225525169378?l=arafat07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafat07.blogspot.com/feeds/6990624225525169378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3697597367743828797&amp;postID=6990624225525169378' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3697597367743828797/posts/default/6990624225525169378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3697597367743828797/posts/default/6990624225525169378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafat07.blogspot.com/2008/12/jutaan-coliform-di-kota-seribu-sungai.html' title='Jutaan Coliform di Kota Seribu Sungai Berbahaya bagi Kita'/><author><name>Arafat CH4O7 akenoru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09081237962441821536</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3697597367743828797.post-927026049441689109</id><published>2008-12-24T17:06:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T17:20:24.006-08:00</updated><title type='text'>Cerita Tentang Ibu</title><content type='html'>  &lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;font size="3"&gt;    Tanggal 22 Desember adalah hari yang spesial bagi Ibu-ibu di Indonesia, karena pada hari itu di Negara kita diperingati hari ibu. Begitu banyak jasa yang ibu berikan kepada kita mulai dari kita masih di dalam perut, kemudian lahir dan hingga dewasa. Akankan semua anak sadar akan pengorbanan yang ibu berikan itu? Apalagi semua itu tidak dapat&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;dinilai dengan uang. Kasih sayang yang tulus dari seorang ibu merupakan hal yang memang harus diberikan kepada anak-anaknya. Berbicara masalah pengorbanan, mungkin banyak sekali yang telah ibu lakukan kepada kita. Saat kita dikandung dalam perutnya, tentu saja ibu harus memiliki tenaga yang lebih daripada seperti biasanya dalam melakukan kegiatan, terutama dalam rumah tangga karena beliau juga harus membawa kita kemana saja beliau pergi. Saat kita masih bayi, siapa yang menggantikan popok kita yang basah? Pernahkah terbesit oleh kita sebagai anak-anak atas besarnya pengorbanan ibu tersebut ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;/font&gt;Dalam kenyataan hidup ada saja anak yang selalu membantah, tidak menaati dan membangkang kepada orang tua. Hal itu bisa terjadi pada anak yang mungkin belum mengerti bagaimana jika dia yang menjadi orang tua. Ada pepatah mengatakan kalau surga itu ada di bawah telapak kaki ibu. Itu mengindikasikan bahwa kita harus patuh terhadap orang tua apalagi terhadap ibu. Kita semua mungkin sudah pernah mendengar tentang cerita Malin Kundang, dongeng yang berasal dari Sumatra Barat. Dalam kisah itu, si malin tidak mengakui ibunya karena beliau miskin dan lusuh. Padahal sebelum merantau ke negeri orang malin tidak seperti itu, namun karena malu pada istrinya yang membuat dia jadi kaya itu, dia tidak mau istrinya tahu kalau dia dan ibunya adalah orang miskin. Sebuah kutukan diucapkan kepada malin dan ternyata dia menjadi batu. Begitulah kira-kira gambaran yang bisa kita ambil contohnya kalau seorang anak tidak menghormati ibunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;/font&gt;Mungkin ada pertanyaan siapa yang lebih kita hormati di antara kedua orang tua kita. Menurut sebuah riwayat, ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah siapa yang lebih dulu kita hormati, beliau menjawab “Ibumu”, kemudian orang itu bertanya untuk kedua kalinya dan beliau tetap menjawab “Ibumu”. Dan orang itu bertanya lagi untuk ketiga kalinya dan beliau tetap menjawab “Ibumu”. Dan yang terakhir kalinya orang itu bertanya, beliau baru menjawab “Ayahmu”. Dari hal tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa kita harus lebih menghormati ibu kita, walaupun ibu menjadi prioritas ayah juga harus tetap kiata hormati. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms" style="text-align: justify;"&gt;&lt;font style="font-family: trebuchet ms;" size="3"&gt;&lt;font style=""&gt; &lt;/font&gt;Apa yang sudah kita lakukan untuk Ibu kita ? Buatlah bangga ibu kita, tunjukkan bahwa beliau adalah orang yang beruntung mempunyai anak yang baik seperti kita. Jangan buat ibu kita sakit hati karena perbuatan yang tidak baik yang telah kita lakukan di sekolah, kampus, masyarakat dan dimana saja kita berada. Jadilah anaka yang selalu disayang oleh kedua orang tua kita karena ridhonya Allah kepada kita tergantung pada ridhonya orang tua kepada kita dan sayangya Allah kepada kita tergantung pada sayangnya orang tua kepada kita.&lt;/font&gt;&lt;font size="12"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;font size="5"&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;--------------------------&lt;/font&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Selamat Hari Ibu&lt;/span&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 102);"&gt;-----------------------------&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;   &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3697597367743828797-927026049441689109?l=arafat07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafat07.blogspot.com/feeds/927026049441689109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3697597367743828797&amp;postID=927026049441689109' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3697597367743828797/posts/default/927026049441689109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3697597367743828797/posts/default/927026049441689109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafat07.blogspot.com/2008/12/cerita-tentang-ibu.html' title='Cerita Tentang Ibu'/><author><name>Arafat CH4O7 akenoru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09081237962441821536</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3697597367743828797.post-6796116028294631001</id><published>2008-12-24T17:02:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T17:20:18.285-08:00</updated><title type='text'>Gravimetri</title><content type='html'>  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; font-family: times new roman; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Analisis gravimetri merupakan salah satu cabang utama kimia analis. Tahap pengukuran dalam gravimetri adalah penimbangan. Analitnya secara fisis dipisahkan dari semua komponen lain dari sampel itu maupun dari pelarutnya. Pengendapan merupakan teknik yang paling luas penggunaanya untuk memisahkan analit dari pengganggu-pengganggunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aspek yang penting dan perlu diperhatikan pada metode tersebut adalah endapannya mempunyai kelarutan yang kecil sekali dan dapat dipisahkan secara filtrasi. Kedua, sifat fisik endapan sedemikian rupa, sehingga mudah dipisahkan dari larutannya dengan filtrasi, dapat dicuci untuk menghilangkan pengotor diubah menjadi zat murni dengan komposisi kimia tertentu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Suatu metode gravimetri untuk analisis biasanya didasarkan pada suatu reaksi kimia seperti :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line  id="_x0000_s1026" style='position:absolute;left:0;text-align:left;z-index:1'  from="174pt,5.95pt" to="201pt,5.95pt"&gt;  &lt;v:stroke endarrow="block"/&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 1; left: 0px; margin-left: 231px; margin-top: 2px; width: 39px; height: 12px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" v:shapes="_x0000_s1026" height="12" width="39"&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                    &lt;/span&gt;a A&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;+&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;r R &lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;AaRr&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Dimana a molekul analit A, bereaksi dengan molekul R. Produknya AaRr, biasanya berupa zat yang sedikit dapat larut, yang dapat ditimbang dalam keadaan demikian setelah pengeringan, atau yang dapat dipanggang menjadi senyawa lain yang susunannya diketahui, kemudian ditimbang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54pt; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Persyaratan berikut haruslah dipenuhi agar metode gravimetri tersebut berhasil :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54pt; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;a.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Proses pemisahan hendaknya cukup sempurna sehingga kuantititas analit yang tak terendapkan secara analitis tak dapat terdeteksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;     b.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Zat yang ditimbang hendaknya mempunyai susunan yang pasti dan hendaknya murni atau sangat hampir murni.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Larutan lewat jenuh merupakan keadaan yang tidak stabil dan dapat diubah menjadi keadaan kesetimbangan dengan menambahkan kristal zat yang disebut seeding. Umumnya pengendapan dilakukan pada larutan yang panas sebab kelarutan bertambah dengan bertambahnya temperatur. Untuk memperoleh pusat pengendapan yang besar suatu reagen ditambahkan agar kelarutan endapan bertambah besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pemisahan endapan dari larutan tidak selalu menghasilkan zat murni. Kontaminasi endapan oleh zat lain yang larut dalam pelarut disebut kopresipitas. Hal ini berhubungan dengan adsorpsi pada permukaan partikel dan terperangkapnya (oklusi) zat asing selama proses pertumbuhan kristal dari partikel primernya. Adsorpsi banyak terjadi pada endapan gelatin dan sedikit pada endapan mikrokristal pengotor dapat juga disebabkan oleh postpresipitas, yaitu pengendapan yang terjadi pada permukaan endapan pertama. Hal ini terjadi pada zat yang sedikit larut kemudian membentuk larutan lewat jenuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Endapan murni adalah endapan yang bersih, artinya tidak mengandung molekul-molekul lain (zat-zat lain yang biasanya disebut pengotor atau kontaminan). Pengotor oleh zat-zat lain mudah terjadi, karena endapan timbul dari larutan yang berisi macam-macam zat. Sedangkan endapan kasar adalah endapan yang butir-butirnya tidak kecil, halus melainkan besar. Hal penting untuk kelancaran penyaringan dan pencucian endapan. Adapun tujuan dari pencucian endapan adalah untuk menyingkirkan kotoran yang teradsorpsi pada permukaan endapan maupun yang terbawa secara mekanis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pembentukan endapan merupakan suatu proses dinamis, yaitu mengarah pada kesetimbangan, sedangkan susunan dan sifat-sifat sistemnya bergantung pada waktu. Pengaturan kecepatan berlangsungnya proses tersebut memungkinkan pengaturan sifat-sifat endapan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dalam suatu prosedur gravimetri yang lazim, suatu endapan ditimbang, dan dari nilai ini bobot analit dalam sampel dihitung, maka persentase analit A adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line  id="_x0000_s1027" style='position:absolute;left:0;text-align:left;z-index:2'  from="140pt,18pt" to="212pt,18pt"/&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 2; left: 0px; margin-left: 186px; margin-top: 23px; width: 98px; height: 2px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" v:shapes="_x0000_s1027" height="2" width="98"&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;% A&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;= &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;bobot A&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;x&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;100%&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                &lt;/span&gt;bobot sampel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Untuk menghitung bobot analit dari bobot endapan sering digunakan faktor gravimetri. Faktor ini didefinisikan sebagai berapa gram analit dalam 1 gram endapan. Perkalian bobot endapan P, dengan faktor gravimetri memberikan banyaknya analit dalam gram sampel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;Bobot A&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;=&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bobot P&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;x&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;faktor gravimetri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Maka :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line  id="_x0000_s1028" style='position:absolute;left:0;text-align:left;z-index:3'  from="109pt,15.4pt" to="253pt,15.4pt"/&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 3; left: 0px; margin-left: 144px; margin-top: 20px; width: 194px; height: 2px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" v:shapes="_x0000_s1028" height="2" width="194"&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;% A&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;=&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bobot P&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;x&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;faktor gravimetri&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;x&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;100%&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                &lt;/span&gt;bobot sampel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                                &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3697597367743828797-6796116028294631001?l=arafat07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafat07.blogspot.com/feeds/6796116028294631001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3697597367743828797&amp;postID=6796116028294631001' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3697597367743828797/posts/default/6796116028294631001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3697597367743828797/posts/default/6796116028294631001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafat07.blogspot.com/2008/12/gravimetri.html' title='Gravimetri'/><author><name>Arafat CH4O7 akenoru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09081237962441821536</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3697597367743828797.post-8741438339478960359</id><published>2008-12-24T17:00:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T17:20:13.608-08:00</updated><title type='text'>Kompleksometri</title><content type='html'>  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;Titrasi kompleksometri yaitu titrasi berdasarkan pembenrukan persenyawaan kompleks (ion kompleks atau garam yang sukar mengion), misalnya :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1028" style='position:absolute;  left:0;text-align:left;flip:x;z-index:3' from="93pt,8.7pt" to="138pt,8.7pt"&gt;  &lt;v:stroke endarrow="block"/&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 3; left: 0px; margin-left: 122px; margin-top: 6px; width: 63px; height: 12px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" v:shapes="_x0000_s1028" height="12" width="63"&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1026"  style='position:absolute;left:0;text-align:left;z-index:1' from="97pt,5.7pt"  to="142pt,5.7pt"&gt;  &lt;v:stroke endarrow="block"/&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 1; left: 0px; margin-left: 128px; margin-top: 2px; width: 63px; height: 12px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" v:shapes="_x0000_s1026" height="12" width="63"&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Ag&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; + 2 CN&lt;sup&gt;-&lt;/sup&gt;&lt;span style=""&gt;                       &lt;/span&gt;Ag(CN)&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1029" style='position:absolute;  left:0;text-align:left;flip:x;z-index:4' from="91pt,8pt" to="136pt,8pt"&gt;  &lt;v:stroke endarrow="block"/&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 4; left: 0px; margin-left: 119px; margin-top: 5px; width: 63px; height: 12px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" v:shapes="_x0000_s1029" height="12" width="63"&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1027"  style='position:absolute;left:0;text-align:left;z-index:2' from="94pt,5pt"  to="139pt,5pt"&gt;  &lt;v:stroke endarrow="block"/&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 2; left: 0px; margin-left: 124px; margin-top: 1px; width: 63px; height: 12px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" v:shapes="_x0000_s1027" height="12" width="63"&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Hg&lt;sup&gt;2+ &lt;/sup&gt;+&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2Cl&lt;sup&gt;-&lt;/sup&gt;&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;HgCl&lt;sub&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/sub&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;Di samping titrasi komplek biasa seperti di atas, dikenal pula kompleksometri yang dikenal sebagai titrasi kelatometri, seperti yang menyangkut penggunaan EDTA.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;Titrasi kompleksometri meliputi reaksi pembentukan ion-ion kompleks ataupun pembentukan molekul netral yang terdisosiasi dalam larutan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Persyaratan mendasar terbentuknya kompleks demikian adalah tingkat kelarutan tinggi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Contoh dari kompleks tersebut adalah kompleks logam dengan EDTA.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Demikian juga titrasi dengan merkuri nitrat dan perak sianida juga dikenal sebagai titrasi komleksometri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0cm; text-indent: 36pt; font-family: times new roman; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Titrasi langsung dengan EDTA dapat dilakukan terhadap sekurangnya 25 kation, dengan menggunakan indikator metalokromik. Zat pengompleks seperti sitrat dan tartrat, sering ditambahkan untuk menghindarkan pengendapan logam hidroksida. Suatu buffer NH3 – NH4Cl dengan pH = 9 ke 10 sering digunakan untuk logam-logam yang membentuk kompleks dengan amonia&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0cm; text-indent: 36pt; font-family: times new roman; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pembentukkan suatu spesi kompleks yang tunggal daripada dihasilkannya spesi-spesi demikian tahap demi tahap, jelas akan menyederhanakan titrasi kompleksometri, dan memudahkan deteksi titk-akhir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0cm; text-indent: 36pt; font-family: times new roman; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kesadahan total air yakni kalsium dan magnesium&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapat ditetapkan dengan titrasi langsung EDTA dengan menggunakan indikator hitam eriokrom T atau kalmagit. Kompleks antara Ca&lt;sup&gt;2+&lt;/sup&gt; terlalu lemah untuk menimbulkan perubahan warna yang benar. Tetapi magnesium membentuk kompleks yang lebih kuat dengan indikator, dibandingkan kalsium,dan diperoleh suatu titik akhir yang benar dalam suatu buffer amonia dengan pH = 10&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;Dalam air tanah atau air permukaan selalu terlarut sejumlah garam kalsium atau magnesium baik dalam bentuk garam klorida maupun garam sulfat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Adanya garam – garam ini menyebabkan air menjadi sadah yaitu tidak dapat menghasilkan busa jika dicampur dengan sabun.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ukuran kesadahan air dinyatakan dalam ppm.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dikenal tiga macam kesadahan yaitu kesadahan total, kesadahan tetap dan kesadahan sementara.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ion magnesium (II) jika direaksikan dengan indicator EBT (rumus singkat dari H&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;In dan H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;In) akan didapatkan kompleks MgIn&lt;sup&gt;-&lt;/sup&gt; yang berwarna merah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kompleks ini kurang stabil jika dibandingkan dengan kompleks Mg-EDTA sehingga dengan demikian jika dalam larutan yang mengandung kompleks MgIn&lt;sup&gt;-&lt;/sup&gt; ditambahkan larutan EDTA, maka ion magnesium akan segera terikat pada EDTA, sedangkan ion indicator akan lepas dan kembali berwarna biru pada pH 7-11.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ion kalsium dengan EBT juga akan menghasilkan kompleks CaIn&lt;sup&gt;-&lt;/sup&gt; tetapi kurang stabil dibandingkan kompleks Mg-EDTA.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ini berarti dalam larutan hanya mengandung ion kalsium (II), maka perubahan warna akan terjadi jauh sebelum titik akhir tercapai.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Untuk mengatasi kesulitan ini maka kedalam larutan ditambahkan sedikit ion magnesium (II).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ion ini akan mengikat indicator dan akan bereaksi dengan EDTA jika semua ion kalsium telah bereaksi dengan EDTA.&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;Asam etilen diamin tetra asetat atau EDTA dalam bentuk asamnya dapat dituliskan sebagai H&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;Y dengan ion yang berada dalam tanda kurung besar disingkat H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;Y&lt;sup&gt;2-&lt;/sup&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam ion ini terdapat sejumlah pasangan electron yang dapat dipakai untuk pengikatan ion logam yaitu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang terdapat pada atom – atom N dan keempat atom oksigen.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam bentuk asam senyawa ini tidak larut dalam air tetapi larut dalam larutan basa seperti NaOH.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam bentuk garam Na&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;Y, senyawa ini mudah larut dalam air tetapi garam NaH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;Y tidak larut.&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3697597367743828797-8741438339478960359?l=arafat07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafat07.blogspot.com/feeds/8741438339478960359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3697597367743828797&amp;postID=8741438339478960359' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3697597367743828797/posts/default/8741438339478960359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3697597367743828797/posts/default/8741438339478960359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafat07.blogspot.com/2008/12/kompleksometri.html' title='Kompleksometri'/><author><name>Arafat CH4O7 akenoru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09081237962441821536</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3697597367743828797.post-31902629543747377</id><published>2008-12-24T16:53:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T17:20:08.278-08:00</updated><title type='text'>Argentometri</title><content type='html'>  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; font-family: times new roman;"&gt;Argentometri adalah metode titrasi pengendapan dengan menggunakan ion perak untuk menentukan kadar suatu zat dengan reaksi pembentukan endapan dari komponen zat uji dengan titran larutan titer perak nitrat. Dari endapan dapat di gunakan untuk analisis secara titrasi, jika reaksinya berlangsung cepat, dan kuantitatif serta titik akhir dapat dideteksi. Beberapa reaksi pengendapan berlangsung lambat dan mengalami keadaan lewat jenuh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; font-family: times new roman;"&gt;Pada gravimetri, titrasi pengendapan tidak dapat menunggu sampai pengendapan berlangsung sempurna. Ksp haruslah cukup kecil sehingga pengendapan bersifat kuantitatif dalam batas kesalahan eksperimen. Keterbatasan indicator yang sesuai menyebabkan kekurangan dari cara tersebut. Indikator memiliki peranan penting dalam penentuan titik akhir. Selain itu hendaknya di hindari terjadinya reaksi samping dan kopresipitas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; font-family: times new roman;"&gt;Titrasi Mohr terbatas untuk larutan dengan nilai pH antara 6 – 10.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Artinya titrasi tersebut tidak boleh dalam suasana terlalu basa atau terlalau asam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam larutan yang lebih basa perak oksida akan mengendap.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam larutan asam konsentrasi ion kromat akan sangat dikurangi, karena HCrO&lt;sub&gt;4&lt;span style="position: relative; top: 2pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75"  coordsize="21600,21600" o:spt="75" o:preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe"  filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"/&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"/&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path o:extrusionok="f" gradientshapeok="t" o:connecttype="rect"/&gt;  &lt;o:lock v:ext="edit" aspectratio="t"/&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style='width:8.25pt;  height:15pt' o:ole=""&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\NC-12\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.wmz"   o:title=""/&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" v:shapes="_x0000_i1025" height="20" width="11"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:OLEObject Type="Embed" ProgID="Equation.3" ShapeID="_x0000_i1025"   DrawAspect="Content" ObjectID="_1291700421"&gt;  &lt;/o:OLEObject&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hanya terionisasi sedikit sekali.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lagi pula hidrogen kromat berada dalam kesetimbangan dengan dikromat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;             &lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Metode Volhard Salah satunya adalah Titrasi Ag dengan NH4CNS dengan indikator garam Fe(III), yaitu pembentukan zat berwarna di dalam larutan. Selama titrasi, Ag(CNS) terbentuk NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;CNS yang berlebih bereaksi dengan Fe(III) membentuk warna merah gelap (FeCNS)&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merupakan tannda tercapainya tittik akhir.                Jumlah thiosianat yang menghasilkan warna harus sangat kecil. Jadi kesalahan pada titik akhir harus sangat kecil, dengan cara mengocok larutan dengan kuat pada titik akhir tercapai, agar Ag yang teradsorpsi pada endapan dapat didesorpsi. Pada metode Volhard untuk menentukan ion klorida, suasana haruslah asam karena pada suasana basa Fe&lt;sup&gt;3+&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt; &lt;/sub&gt;akan terhidrolisis. AgNO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; yang ditambahkan berlebih ke larutan klorida tentunya tidak bereaksi. Larutan Ag tersebut kemudian di titrasi balik dengan menggunakan Fe(III) sebagai indikator, tetapi cara ini menghasilkan suatu kesalahan karena AgCNS kurang larut dibandingkan AgCl.&lt;/span&gt; Akibatnya lebih banyak NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;CNS diperlukan sehingga kandungan Cl&lt;sup&gt;-&lt;/sup&gt; seakan-akan lebih rendah. Kesalahan ini dapat dikurangi dengan mengeluarkan endapan AgCl sebelum titrasi balik berlangsung atau menambahkan sedikit nitrobenzen, sehingga melindungi AgCl dari reaksi dengan thiosianat tetapi nitrobenzen akan memperlambat reaksi. Hal ini dapat dihindari jika Fe(NO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;)&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; dan sedikit NH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;CNS yang diketahui ditambahkan dulu ke larutan bersama-sama HNO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;, kemudian campuran tersebut dititrasi dengan AgNO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; sampai warna merah hilang.&lt;br /&gt;        Pada Metode Fajans dapat di gunakan untuk menetapkan kadar halida dengan menggunakan indikator adsobsi. Jika AgNO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; ditambahkan ke NaCl yang mengandung zat berpendar fluor, titik akhir ditentukan dengan berubahnya warna dari kuning menjadi merah jingga. Jika didiamkan, tampak endapan berwarna, sedangkan larutan tidak berwarna disebabkan adanya adsobsi indikator pada endapan AgCl. Warna zat yang terbentuk dapat berubah akibat adsorpsi pada permukaan. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3697597367743828797-31902629543747377?l=arafat07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafat07.blogspot.com/feeds/31902629543747377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3697597367743828797&amp;postID=31902629543747377' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3697597367743828797/posts/default/31902629543747377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3697597367743828797/posts/default/31902629543747377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafat07.blogspot.com/2008/12/argentometri.html' title='Argentometri'/><author><name>Arafat CH4O7 akenoru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09081237962441821536</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3697597367743828797.post-3096529609253140155</id><published>2008-12-24T16:46:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T17:20:02.566-08:00</updated><title type='text'>Pemisahan Campuran yang Tidak Saling Bercampur</title><content type='html'>  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bila suatu zat terlarut membagi diri antara dua cairan yang tak dapat campur, ada suatu hubungan yang pasti antara konsentrasi zat terlarut dalam dua fase pada kesetimbangan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Nernst pertama kalinya memberikan pernyataan yang jelas mengenai hukum distribusi ketika pada tahun 1891 ia menunjukkan bahwa suatu zat terlarut akan membagi dirinya antara dua cairan tak dapat campur sedemikian rupa sehingga angka banding konsentrasi pada kesetimbangan adalah konstanta pada suatu temperatur tertentu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;span style="position: relative; top: 15pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75"  coordsize="21600,21600" o:spt="75" o:preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe"  filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"/&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"/&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path o:extrusionok="f" gradientshapeok="t" o:connecttype="rect"/&gt;  &lt;o:lock v:ext="edit" aspectratio="t"/&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style='width:75.75pt;  height:33.75pt' o:ole=""&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\NC-12\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.wmz"   o:title=""/&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" v:shapes="_x0000_i1025" height="45" width="101"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:OLEObject Type="Embed" ProgID="Equation.3" ShapeID="_x0000_i1025"   DrawAspect="Content" ObjectID="_1291700005"&gt;  &lt;/o:OLEObject&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;[A]&lt;sub&gt;1&lt;/sub&gt; menyatakan konsentrasi zat terlarut A dalam fase cair 1&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Meskipun hubungan ini berlaku cukup baik dalam kasus-kasus tertentu, pada kenyataannya hubungan ini tidaklah eksak. Yang benar dalam pengertian termodinamik, angka banding aktivitas bukannya angka banding konsentrasi yang seharusnya konstan. Aktivitas suatu spesies itu dalam fase cair yang lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;KD&lt;sub&gt;A&lt;/sub&gt; =&lt;span style="position: relative; top: 15pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape  id="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" style='width:15.75pt;height:33.75pt'  o:ole=""&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\NC-12\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image003.wmz"   o:title=""/&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.gif" v:shapes="_x0000_i1026" height="45" width="21"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:OLEObject Type="Embed" ProgID="Equation.3" ShapeID="_x0000_i1026"   DrawAspect="Content" ObjectID="_1291700006"&gt;  &lt;/o:OLEObject&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dimana a&lt;sub&gt;1&lt;/sub&gt; menyatakan aktivitas zat terlarut A dalam fase 1. Tetapan KD&lt;sub&gt;A &lt;/sub&gt;disebut juga koefisien distribusi dari spesies A &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Penting untuk mencatat bahwa, angka banding a&lt;sub&gt;1&lt;/sub&gt;/a&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; hanya konstan bila zat terlarut mempunyai massa molekul reatif yang sama untuk kedua pelarut itu. Hukum distibusi atau partisi dapat dirumuskan: bila suatu zat terlarut terdistribusi antara dua pelarut yang tak-dapat-campur, maka pada suatu temperatur yang konstan untuk tiap spesi molekul lain apapun yang mungkin ada. Harga angkabanding berubah dengan sifat dasar kedua pelarut, sifat dasar zat terlarut, dan temperatur&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Partisi atau distribusi ini tidak bergantung pada konsentrasi total zat terlarut pada kedua fase tersebut. Kita menggunakan istilah perbandingan distribusi (D) dengan memperhitungkan konsentrasi total zat di dalam kedua fase. Perbandingan distribusi dinyatakan sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.7pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="position: relative; top: 17pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape  id="_x0000_i1027" type="#_x0000_t75" style='width:224.25pt;height:39pt' o:ole=""&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\NC-12\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image005.wmz"   o:title=""/&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image006.gif" v:shapes="_x0000_i1027" height="52" width="299"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:OLEObject Type="Embed" ProgID="Equation.3" ShapeID="_x0000_i1027"   DrawAspect="Content" ObjectID="_1291700007"&gt;  &lt;/o:OLEObject&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jika tidak terjadi asosiasi, disosiasi, atau polimerisaasi pada fase-fase tersebut dan keadaan yang kita punyai adalah ideal, maka harga K&lt;sub&gt;D&lt;/sub&gt; sama dengan D, lebih serng digunakan istilah persen ekstraksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Konsentrasi asam lemah seperti asam asetat dapat ditentukan dengan distribusi antara air dan pelarut, seperti benzena atau kloroform. Koefisien partisi dari asam ataupun basa antara air dan dan pelarut yang lain, tentu harus diketahui&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pada proses distribusi pelarut ini, distribusi dipengaruhi/bergantung pada beberapa faktor seperti; kebasaan ligan, faktor sterokimia dan adanya garam pada sistem ekstraksi. Pengaruh adanya pelarut lain yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tercampur pada pelarut pertama dapat menambah kelarutannya bila pelarut kedua tersebut bereaksi dengan zat terlarut. Jenis ikatan mempengaruhi kelarutan kompleks pada fase organik. Kelarutan zat pada air atau alkohol lebih ditentukan oleh kemampuan zat tersebut membentuk ikatan h&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;drogen&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 28.05pt; text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ekstraksi meliputi distribusi zat terlarut diantara dua pelarut yang tidak dapat campur. Pelarut umum dipakai adalah air dan pelarut organik lain seperti CHCl&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;, eter atau pentana. Garam anorganik, asam-asam dan basa-basa yang dapat larut dalam air bisa dipisahkan dengan baik melalui ekstraksi ke dalam air dari pelarut yang kurang polar. Ekstraksi lebih efisien bila dilakukan berulang kali dengan jumlah pelarut yang lebih kecil daripada jumlah pelarutnya banyak tetapi ekstraksinya hanya sekali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ekstraksi bertahap merupakan cara yang paling sederhana, caranya cukup dengan menambahkan pelarut pengekstraksi yang tidak bercampur dengan pelarut semula kemudian dilakukan pengocokkan sehingga terjadi kesetimbangan konsentrasi zat yang akan diekstraksi pada kedua lapisan, setelah ini tercapai lapisan didiamkan dan dipisahkan. Metode ini sering digunakan untuk pemisahan analitik. Kesempurnaan ekstraksi bergantung pada banyaknya ekstraksi yang dilakukan. Hasil yang baik diperoleh jika jumlah ekstraksi yang dilakukan berulang kali dengan jumlah pelarut sedikit-sedikit. Hasil yang baik diperoleh dengan jumlah ekstraksi yang relatif besar dengan jumlah pelarut yang kecil. Ekstraksi bertahap baik digunakan jika perbandingan distribusi besar. Alat yang biasa digunakan pada ekstraksi bertahap adalah corong pemisah&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sifat lain dari pelarut yang penting dalam titrasi nonberair, adalah tetapan dielektrik. Dalam pelarut amfiprotik, penguraian asam lemah menjadi ion-ion terpisah. Secara umum, tetapan dielektrik yang tinggi memang diinginkan untuk pelarut ampiprotik. Faktor yang paling penting adalah kelarutan, tetapan dielektrik yang tinggi umumnya lebih menyukai kelarutan reagen dan sampel polar. Air adalah pelarut yang unik karena dalam memiliki tetapan dielektrik yang sangat tinggi dan tetapan otoprotolisis yang relatif kecil&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pada kesetimbangan, potensial kimia suatu zat sama di seluruh bagian sampel, berapapun banyaknya fase yang ada. Jadi, ketika fase cair dan padat suatu zat ada dalam kesetimbangan, potensial kimia zat itu sama di seluruh bagian cairan dan di seluruh bagian padatan. Potensial kimia &lt;span style="position: relative; top: 5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape  id="_x0000_i1028" type="#_x0000_t75" style='width:12pt;height:12.75pt' o:ole=""&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\NC-12\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image007.wmz"   o:title=""/&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image008.gif" v:shapes="_x0000_i1028" height="17" width="16"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:OLEObject Type="Embed" ProgID="Equation.3" ShapeID="_x0000_i1028"   DrawAspect="Content" ObjectID="_1291700008"&gt;  &lt;/o:OLEObject&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;zat murni dirumuskan sebagai berikut&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3697597367743828797-3096529609253140155?l=arafat07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafat07.blogspot.com/feeds/3096529609253140155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3697597367743828797&amp;postID=3096529609253140155' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3697597367743828797/posts/default/3096529609253140155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3697597367743828797/posts/default/3096529609253140155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafat07.blogspot.com/2008/12/pemisahan-campuran-yang-tidak-saling.html' title='Pemisahan Campuran yang Tidak Saling Bercampur'/><author><name>Arafat CH4O7 akenoru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09081237962441821536</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3697597367743828797.post-7611716800025311660</id><published>2008-12-24T16:44:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T17:19:57.671-08:00</updated><title type='text'>Hidrokarbon</title><content type='html'>  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;   &lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; Hidrokarbon adalah senyawa yang struktur molekulnya hanya terdiri dari hidrogen dan karbon.  Hidrokarbon yang paling sederhana adalah alkana, yaitu hidrokabon yang hanya mengandung ikatan kovalen tunggal.  Molekul yang paling sederhana dari alkana ialah metana.&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Ahli kimia zaman dahulu tidak mengetahui struktur suatu lemak, tetapi mereka tahu bahwa banyak senyawa yang mengandung rantai hidrokarbon panjang bertabiat serupa dengan lemak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan alasan ini senyawa dengan rantai hidrokarbon dinamai senyawa alifatik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Hidrokarbon alifatik adalah senyawa hidrokarbon yang tidak mengandung inti benzena, baik dalam senyawa berantai lurus dan bercabang maupun yang siklik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hidrokarbon alifatik yang tidak mengandung ikatan rangkap disebut hidrokarbon jenuh (alkana) dan yang mengandung ikatan rangkap disebut hidrokarbon tak jenuh (alkena dan alkuna).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hidrokarbon siklik yang jenuh disebut sikloalkana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Beberapa sifat kimia dan fisika dari suatu senyawa alifatik berasal dari bagian alkil molekul-molekulnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Oleh karena itu banyak sifat alkana dan sikloalkana juga dimiliki oleh senyawa organik lain.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tentu saja sifat suatu sentawa sangata ditentukan oleh gugus-gugus fungsional yang ada.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Misalnya suatu gugus hidroksil dalam sebuah molekul menyebabkan terbentuknya ikatan hidrogen dan perubahan besar dalm sifat-sifat fisika.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada temperatur ruang etana adalah gas, sedangkan etanol adalah cairan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Hidrokarbon aromatik adalah senyawa hidrokarbon yang mengandung inti benzena, yaitu rantai enam karbon yang melingkar tetapi stabil.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kata aromatik berasal dari aroma (Yunani) yang berarti berbau enak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Memang umumnya senyawa yang mengandung inti benzena berbau demikian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Kereaktifan kimia yang rendah dari benzena dan senyawa yang berhubungan dibanding alkena biasanya adalah akibat dari meluasnya sistem ikatan pi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Semakin banyak elektron dalam orbital molekul ikatan pi tersebar dalam molekul, semakin rendah energi dari elektron ikatan, dan molekulnya menjadi semakin mantap.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena itu, ikatan pi pada benzena secara kimia kurang reaktif dibanding ikatan pi pada alkena biasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Alkana adalah senyawa nonpolar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Akibatnya, &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:City w:st="on"&gt;gaya&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; tarik antar molekul lemah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Alkana rantai lurus sampai dengan butana adalah gas pada temperatur kamar, sedangkan alkana C&lt;sub&gt;5&lt;/sub&gt; sampai C&lt;sub&gt;17 &lt;/sub&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;cairan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Alkana rantai lurus dengan 18 atom C atau lebih adalah zat padat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Alkana tidak larut dalam air, dan senyawa ini berbentuk cairan yang lebih ringan dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;air, karena itu terapung di atas air.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketidaklarutan alkana dalam air menguntungkan bagi tanaman.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Seringkali alkana membentuk lapisan pelindung pada daun-daunan dan buah-buahan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada kulit apel, terdapat n-alkana dengan C&lt;sub&gt;27&lt;/sub&gt; dan C&lt;sub&gt;29&lt;/sub&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;daun kol mempunyai n-C&lt;sub&gt;29&lt;/sub&gt;H&lt;sub&gt;60&lt;/sub&gt;, sedangkan pada daun tembakau adalah n-C&lt;sub&gt;37&lt;/sub&gt;H&lt;sub&gt;64&lt;/sub&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hidrokarbon yang serupa juga terdapat pada lilin lebah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Fungsi terpenting dari lilin-lilin ini adalah mencegah penguapan air&lt;/span&gt;.&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;u&gt;Sifat-sifat alkana&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;u&gt;:&lt;/u&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Alakan sukar bereaksi atau tidak dapat bereaksi kecuali dengan golongan halogen (Cl&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; dan Br&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada pembakaran sempurna dengan oksigen akan terbetuk gas CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; dan H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Alaka dengan rantai bercabang lebih reaktif dari pada yang berantai lurus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Alkana dengan C&lt;sub&gt;1&lt;/sub&gt;-C&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; berbentuk gas, C&lt;sub&gt;5&lt;/sub&gt;-C&lt;sub&gt;17&lt;/sub&gt; berbentuk cair dan C&lt;sub&gt;18&lt;/sub&gt; atau lebih berbentuk padat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Semakin banyak jumlah atom C maka semakin tinggi titik didihnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bila jumlah atom C nya sama banyak dengan senyawa yang bercabang, maka yang bercabang mempuyai titik didih lebih rendah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;u&gt;Sifat-sifat alkena &lt;/u&gt;:&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sifat fisiknya mempunyai kerapatan yang kecil dan tidak larut dalam air.&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Seyawa yang berikatan rangkap dapat mengalami reaksi adisi.&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Alkena bereaksi dengan KMnO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; dalam suasana alkalis membentuk alkandiol.&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Alkena dapat mengalami reduksi polimerasi, yaitu penggabungan molekul-molekul sejeis untuk membentuk molekul rantai panjang.&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;u&gt;Sifat-sifat alkuna &lt;/u&gt;:&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Alkuna dengan rantai pendek berbentuk gas, sedangkan dengan rantai panjang berbentuk cair dan padat.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mudah terbakar dan mudah larut dalam aseton.&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dapat mengadisi halogen, dan dapat berpolimerasi.&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dapat mengadisi hidrogen membentuk etena.&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Alkuna bereaksi degan air dan garam raksa atau merkuri sebagai katalisator membentuk alkanal (aldehida) &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3697597367743828797-7611716800025311660?l=arafat07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafat07.blogspot.com/feeds/7611716800025311660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3697597367743828797&amp;postID=7611716800025311660' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3697597367743828797/posts/default/7611716800025311660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3697597367743828797/posts/default/7611716800025311660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafat07.blogspot.com/2008/12/hidrokarbon.html' title='Hidrokarbon'/><author><name>Arafat CH4O7 akenoru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09081237962441821536</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3697597367743828797.post-439097451468975611</id><published>2008-12-24T16:37:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T17:19:52.056-08:00</updated><title type='text'>Asam Karboksilat</title><content type='html'>  &lt;h2 style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Senyawa karboksilat merupakan senyawa organik yang mengandung gugus karboksilat (-COOH) yang mengikat gugus alkil (R-COOH) atau gugus aril (Ar-COOH).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada umumnya aril akrboksilat sifat keasamannya lebih kuat daripada alkil karboksilat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;h2 style="margin-left: 18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;COOH&lt;span style=""&gt;                              &lt;/span&gt;C&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;COOH&lt;span style=""&gt;                             &lt;/span&gt;C&lt;sub&gt;6&lt;/sub&gt;H&lt;sub&gt;5&lt;/sub&gt;COOH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;h2 style="margin-left: 18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Asam asetat&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Asam karboksilat&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;Asam benzoat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;h2 style="margin-left: 18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;pKa = 1,75&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;pKa = 1,87&lt;span style=""&gt;                                 &lt;/span&gt;pKa = 4,2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;h2 style="margin-left: 18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Dalam larutan alkali asam karboksilat bereaksi membentuk basa konjugatnya dan membentuk garamnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;h2 style="margin-left: 18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Reaksi :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;h2 style="margin-left: 18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line  id="_x0000_s1026" style='position:absolute;left:0;text-align:left;z-index:1'  from="136pt,6.65pt" to="208pt,6.65pt"&gt;  &lt;v:stroke endarrow="block"/&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 1; left: 0px; margin-left: 180px; margin-top: 3px; width: 99px; height: 12px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" v:shapes="_x0000_s1026" height="12" width="99"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;R-COOH&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;+&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;KOH&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                          &lt;/span&gt;RCOO­&lt;sup&gt;-&lt;/sup&gt;K&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;+&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;h2 style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Rumus karboksilat dengan turunannya merupakan kelompok senyawa yang cukup penting baik di dalam proses kehidupannya maupun dalam industri.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Asam karboksilat termasuk senyawa karbonil, walaupun disamping itu mengandung juga gugus hidroksil.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Walaupun gugus karbonil dan hidroksil, akan tetapi sifat-sifat gugus karbonil dan gugus hidroksil dari asam tidak sama dengan sifat-sifat OH dari alkohol dan karbonil pada aldehid dan keton.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kedua gugus tersebut menjadi satu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kesatuan yang sangat erat dan memberikan ciri tersendiri pada asam karboksilat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;h2 style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Asam asetat (CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;COOH)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sejauh ini merupakan asam karboksilat yang paling penting diperdagangan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;industri dan laboratorium.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bentuk murninya disebut asam asetat glasial karena senyawa ini menjadi padat seperti es bila didinginkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Asam asetat glasial tidak berwarna, cairan mudah terbakar (titik leleh 7&lt;sup&gt;o &lt;/sup&gt;C, titik didih 80&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt; C), dengan bau pedas menggigit.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dapat bercampur dengan air dan banyak pelarut organik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam bentuk cair atau uap asam asetat glasial sangat korosif terhadap kulit dan jaringan lain.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; font-family: times new roman; text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Adapun kegunaan dari asam asetat adalah untuk sintesis misalnya :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;anh.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Asam asetat, ester, garam, zat warna, zat wangi, bahan farmasi, plastik (misalnya polivinil asetat).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sari buahan, selulosa asetat, dalam makanan dan sebagainya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Makanan yang dicampur cuka adalah makanan yang disimpan dalam cuka.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Contohnya asinan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Asam asetat dalam cuka secukupnya dilarutkan sehingga tidak korosif, walaupun demikian jika terus menerus makan makanan yang mengandung cuka akan dapat merusak email gigi.&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;font style="font-family: times new roman;" size="3"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;font style="font-family: times new roman;" size="3"&gt;Asam format merupakan salah satu dari asam karboksilat yang penting.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Asam format ini dapat kita temukan pada semut merah (asal dari nama), lebah, jelantang, dan sebagaionya (juga sedikit dalam urine dan peluh).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Adapun sifat-sifat yaitu berbentuk cairan tak berwarna, merusak kulit, berbau tajam, larut dalam H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O dengan sempurnaSedangkan sifat kimia dari asam format ini yaitu merupakan asam paling kuat dari asam –asam dan gugus aldehid.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent2"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;      &lt;font style="font-family: times new roman;" size="3"&gt;Beberapa cara pembentukan asam karboksilat dengan jalan sintesa dapat dikelompokkan  dalam 3 cara :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;a.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Reaksi hidrolisis turunan asam karboksilat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;b.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Reaksi oksidasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;c.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Reaksi Grignat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;Asam karboksilat dimulai dari asam formiat, asam asetat, asam propanoat dan karboksilat suhu tinggi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Reaksinya adalah : &lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;1. Esterifikasi dengan alkohol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;                                 &lt;/span&gt;2. Dapat bereaksi dengan X&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;, PX&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;, PX&lt;sub&gt;5&lt;/sub&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;                                 &lt;/span&gt;3. Dapat bereaksi dengan basa (NaOH)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Asam akrboksilat :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Asam oksalat, asam malonat, asam suksinat, asam glutamat dan asam adipat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Anhidrat asam karboksilat yaitu menarik H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O dengan P&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;sub&gt;5&lt;/sub&gt; atau H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;SO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; pekat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3697597367743828797-439097451468975611?l=arafat07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafat07.blogspot.com/feeds/439097451468975611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3697597367743828797&amp;postID=439097451468975611' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3697597367743828797/posts/default/439097451468975611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3697597367743828797/posts/default/439097451468975611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafat07.blogspot.com/2008/12/asam-karboksilat.html' title='Asam Karboksilat'/><author><name>Arafat CH4O7 akenoru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09081237962441821536</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3697597367743828797.post-8118097171072684654</id><published>2008-12-24T16:31:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T17:19:45.504-08:00</updated><title type='text'>Aldehid dan Keton</title><content type='html'>  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Aldehid adalah suatu senyawa yang mengandung sebuah gugus karbonil yang terikat pada sebuah atau dua buah atom hidrogen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Keton adalah suatu senyawa organik yang mempunyai sebuah gugus karbonil terikat pada dua gugus alkil, dua gugus aril atu sebuah gugus alkil dan sebuah aril.&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Keton tidak mengandung atom hidrogen yang terikat pada gugus karbonil&lt;/font&gt;.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Aldehid dan Keton adalah dua senyawa yang mengandung gugus karbonil dengan atom oksigen berikatan rangkap (C=O) dengan karbon. Reaksi dari segi mekanisme sangat mirip sehingga :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:group id="_x0000_s1026" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;" coordorigin="3858,6876" coordsize="4155,465"&gt;  &lt;v:line id="_x0000_s1027" style="'position:absolute'" from="3858,7341" to="4398,7341"&gt;  &lt;v:line id="_x0000_s1028" style="'position:absolute'" from="4593,7341" to="5133,7341"&gt;  &lt;v:line id="_x0000_s1029" style="'position:absolute'" from="6753,7341" to="7293,7341"&gt;  &lt;v:line id="_x0000_s1030" style="'position:absolute'" from="7473,7341" to="8013,7341"&gt;  &lt;v:line id="_x0000_s1031" style="'position:absolute'" from="4488,6876" to="4488,7236"&gt;  &lt;v:line id="_x0000_s1032" style="'position:absolute'" from="4533,6876" to="4533,7236"&gt;  &lt;v:line id="_x0000_s1033" style="'position:absolute'" from="7413,6876" to="7413,7236"&gt;  &lt;v:line id="_x0000_s1034" style="'position:absolute'" from="7368,6876" to="7368,7236"&gt; &lt;/v:group&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="position: absolute; z-index: 1; left: 0px; margin-left: 105px; margin-top: 13px; width: 279px; height: 33px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" shapes="_x0000_s1026 _x0000_s1027 _x0000_s1028 _x0000_s1029 _x0000_s1030 _x0000_s1031 _x0000_s1032 _x0000_s1033 _x0000_s1034" height="33" width="279"&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;&lt;font style=""&gt;                                    &lt;/font&gt;O&lt;font style=""&gt;                                             &lt;/font&gt;O&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;&lt;font style=""&gt;                     &lt;/font&gt;&lt;font style=""&gt;   &lt;/font&gt;R&lt;font style=""&gt;          &lt;/font&gt;C&lt;font style=""&gt;         &lt;/font&gt;H&lt;font style=""&gt;                     &lt;/font&gt;R&lt;font style=""&gt;          &lt;/font&gt;C&lt;font style=""&gt;         &lt;/font&gt;R’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;&lt;font style=""&gt;                     &lt;/font&gt;&lt;font style=""&gt;          &lt;/font&gt;&lt;i&gt;Aldehid&lt;font style=""&gt;                             &lt;/font&gt;&lt;font style=""&gt;         &lt;/font&gt;keton&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Aldehid dan keton adalah senyawa yang sangat penting beberapa diantaranya seperti aseton (CH­&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;COCH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;), metil keton (CH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;COC&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;H&lt;sub&gt;5&lt;/sub&gt;) dipakai dalam jumlah besar sebagai pelarut&lt;/font&gt;.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Aldehida merupakan senyawa yang mudah dioksidasi, positif dengan uji Tollens, gugus C = O polar, terbentuk dari oksidasi alkohol sekunder. Keton memiliki sifat gugus C = O polar, tidak kuat dioksidasi, negatif dengan uji Tollens, terbentuk dari oksidasi alkohol sekunder&lt;/font&gt;.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Aldehid mudah teroksidasi menjadi asam karboksilat, dengan jumlah atom yang sama.&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Tetapi untuk keton tidak.&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Hal ini pada keton terjadi pemutusan ikatan yang menghasilkan 2 asam karboksilat dengan jumlah atom yang lebih sedikit dibandingkan jumlah atom karbon mula-mula (akibat putusnya ikatan karbon, keton siklik menghasilkan asam karboksilat dengan jumlah atom karbon yang sama banyak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Ikatan polar pada aldehid dan keton dapat berintegrasi satu sama lain sehingga titik didih lebih tinggi dari yang dipikirkan berdasarkan rapat molekulnya. Ikatan polar pada gugus karbonil juga menyebabkan kelarutan dalam air dengan nisbi yang tinggi dari beberapa jumlah aldehid dan keton tingkat rendah (dengan jumlah karbon = 4). Tetapi pada setiap sifat fisika tersebut dampaknya tidak begitu besar terhadap aldehid dan keton dibandingkan dengan alkohol padanannya&lt;/font&gt;.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Salah satu aldehid yang penting, adalah formaldehida yang digunakan sebagai reagensia, sebagai bahan penghilang bau untuk sumbu lampu dan lilin, dan sebagai pengawet untuk contoh-contoh biologi.&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Formaldehid lebih mudah disimpan atau diangkut sebagai larutan dalam air atau sebagai polimer padat atau trimer.&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Formaldehid dapat diproduksi melalui :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;&lt;font style=""&gt;a.&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;                   &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Oksidasi metanol dengan oksigen dari udara dengan katalis Cu.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;                                             &lt;font size="1"&gt;Cu&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1036" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;z-index:3'" from="135pt,6.5pt" to="193.5pt,6.5pt"&gt;  &lt;v:stroke endarrow="block"&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="position: absolute; z-index: 3; left: 0px; margin-left: 179px; margin-top: 3px; width: 81px; height: 12px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" shapes="_x0000_s1036" height="12" width="81"&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;2 CH3 – OH&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;+ O&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;font style=""&gt;                              &lt;/font&gt;2 H – CHO&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;+ 2 H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;&lt;font style=""&gt;b.&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;                  &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Reaksi CO dengan gas H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Campuran gas CO dan H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; (gas air) dialirkan melalui katalisator Ni atau Pt sehingga gas CO direduksi menjadi formaldehid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1037" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;z-index:4'" from="128.25pt,7.65pt" to="173.25pt,7.65pt"&gt;  &lt;v:stroke endarrow="block"&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="position: absolute; z-index: 4; left: 0px; margin-left: 170px; margin-top: 4px; width: 63px; height: 12px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" shapes="_x0000_s1037" height="12" width="63"&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;&lt;font style=""&gt;      &lt;/font&gt;CO&lt;font style=""&gt;      &lt;/font&gt;+&lt;font style=""&gt;          &lt;/font&gt;H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;font style=""&gt;                    &lt;/font&gt;H – CHO&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;&lt;font style=""&gt;c.&lt;font style="" face="&amp;quot;" size="7"&gt;                   &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Destilasi kering dari asam format&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1039" style="'position:absolute;" from="60.75pt,12.75pt" to="69.75pt,21.75pt"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="position: absolute; z-index: 6; left: 0px; margin-left: 80px; margin-top: 16px; width: 14px; height: 14px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.gif" shapes="_x0000_s1039" height="14" width="14"&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;&lt;font style=""&gt;      &lt;/font&gt;&lt;font style=""&gt;     &lt;/font&gt;&lt;font style=""&gt;       &lt;/font&gt;O&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1038" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;z-index:5'" from="46.5pt,6.05pt" to="60pt,6.05pt"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="position: absolute; z-index: 5; left: 0px; margin-left: 61px; margin-top: 7px; width: 20px; height: 2px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image005.gif" shapes="_x0000_s1038" height="2" width="20"&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="position: absolute; z-index: 7; left: 0px; margin-left: 81px; margin-top: 15px; width: 14px; height: 14px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image006.gif" shapes="_x0000_s1040" height="14" width="14"&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="position: absolute; z-index: 8; left: 0px; margin-left: 77px; margin-top: 19px; width: 14px; height: 14px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image006.gif" shapes="_x0000_s1041" height="14" width="14"&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;H&lt;font style=""&gt;         &lt;/font&gt;&lt;font style=""&gt;     &lt;/font&gt;C&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1040" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;z-index:7'" from="61.5pt,12.3pt" to="70.5pt,21.3pt"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1041" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;z-index:8'" from="58.5pt,15.3pt" to="67.5pt,24.3pt"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1043" style="'position:absolute;" from="129pt,6.6pt" to="174pt,6.6pt"&gt;  &lt;v:stroke endarrow="block"&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="position: absolute; z-index: 10; left: 0px; margin-left: 171px; margin-top: 3px; width: 63px; height: 12px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image007.gif" shapes="_x0000_s1043" height="12" width="63"&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="position: absolute; z-index: 9; left: 0px; margin-left: 113px; margin-top: 8px; width: 26px; height: 2px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image008.gif" shapes="_x0000_s1042" height="2" width="26"&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;&lt;font style=""&gt;                  &lt;/font&gt;O&lt;font style=""&gt;         &lt;/font&gt;Na&lt;font style=""&gt;                   &lt;/font&gt;H – CHO + Na&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;CO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1042" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;z-index:9'" from="85.5pt,6.6pt" to="103.5pt,6.6pt"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1048" style="'position:absolute;" from="87pt,7.65pt" to="100.5pt,7.65pt"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="position: absolute; z-index: 15; left: 0px; margin-left: 115px; margin-top: 9px; width: 20px; height: 2px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image005.gif" shapes="_x0000_s1048" height="2" width="20"&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="position: absolute; z-index: 11; left: 0px; margin-left: 77px; margin-top: 13px; width: 14px; height: 14px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.gif" shapes="_x0000_s1044" height="14" width="14"&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="position: absolute; z-index: 12; left: 0px; margin-left: 82px; margin-top: 16px; width: 14px; height: 14px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.gif" shapes="_x0000_s1045" height="14" width="14"&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;&lt;font style=""&gt;                  &lt;/font&gt;O&lt;font style=""&gt;         &lt;/font&gt;Na&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1044" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;flip:y;z-index:11'" from="58.5pt,10.65pt" to="67.5pt,19.65pt"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1045" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;flip:y;z-index:12'" from="62.25pt,12.9pt" to="71.25pt,21.9pt"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1047" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;z-index:14'" from="48.5pt,7.2pt" to="62pt,7.2pt"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="position: absolute; z-index: 14; left: 0px; margin-left: 64px; margin-top: 9px; width: 20px; height: 2px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image009.gif" shapes="_x0000_s1047" height="2" width="20"&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="position: absolute; z-index: 13; left: 0px; margin-left: 80px; margin-top: 17px; width: 14px; height: 14px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NC-12/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image010.gif" shapes="_x0000_s1046" height="14" width="14"&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;H&lt;font style=""&gt;         &lt;/font&gt;&lt;font style=""&gt;     &lt;/font&gt;C&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1046" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;z-index:13'" from="60.75pt,13.2pt" to="69.75pt,22.2pt"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;&lt;font style=""&gt;                  &lt;/font&gt;O&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Natrium format&lt;font style=""&gt;                         &lt;/font&gt;Formaldehid&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Untuk industri keton yang paling penting adalah aseton yang digunakan sebagai pelarut resin, plastik dan pelitur, asteon juga berguna untuk melarutkan lilin dari minyak pelumas pada saat penyulingan, sebagai pembersih cat kuku serta digunakan pula dalam industri untuk pembuatan zat organik lain, misalnya klorofor&lt;/font&gt;m.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Berbagai aldehida dan keton telah diisolasi dari tanaman dan hewan. Banyak diantaranya, terutama yang berbobot molekul tinggi, berbau sedap. Senyawa tersebut umumnya dikenal dengan nama biasa yang menyatakan sumber alam atau sifat khasnya. Aldehida aromatik sering digunakan sebagai penyedap. Benzaldehida yang dikenal dengan “minyak buah badam pahit” adalah komponen dari buah badam yang enak. Formaldehida yaitu aldehida yang paling sederhana, adalah gas yang tidak berwarna dengan bau menyengat. Senyawa ini penting dalam industri, tetapi sulit menanganinya dalam bentuk gas. Formaldehida biasanya tersedia dalam larutan 40%, disebut formalin, atau sebagai polimer putih padat yang dikenal sebagai formaldehida. Asetaldehida adalah cairan menguap yang tak berwarna dan berbau menyengat. Senyawa ini adalah bahan serbaguna untuk digunakan dalam pembuatan berbagai senyawa. Keton industri yang paling penting adalah aseton, yaitu cairan yang mudah menguap tak berwarna yang mendidih pada suhu 56&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C. aseton digunakan sebagai pelarut resin, plastik, dan plitur&lt;/font&gt;.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3697597367743828797-8118097171072684654?l=arafat07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafat07.blogspot.com/feeds/8118097171072684654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3697597367743828797&amp;postID=8118097171072684654' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3697597367743828797/posts/default/8118097171072684654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3697597367743828797/posts/default/8118097171072684654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafat07.blogspot.com/2008/12/aldehid-dan-keton.html' title='Aldehid dan Keton'/><author><name>Arafat CH4O7 akenoru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09081237962441821536</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3697597367743828797.post-492163665941457878</id><published>2008-12-24T16:18:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T17:19:32.229-08:00</updated><title type='text'>Alkohol</title><content type='html'>  &lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;font lang="IN"&gt;            Alkohol adalah senyawa yang mempunyai rumus umum ROH, dimana R adalah gugus alkil.&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Gugus ini dapat merupakan rantai panjang, terbuka, rantai tertutup (siklik) dan dapat juga mempunyai ikatan rangkap atau gugus aromatik.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;font lang="IN"&gt;      Semua alkohol&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;mengandung gugus OH, yang merupakan gugus fungsional.&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Perbedaan gugus R mempengaruhi dari sifat-sifat senyawa tersebut, kecepatan reaksinya, dan kadang-kadang juga jenis reaksinya.&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Senyawa dimana gugus OH langsung terikat oleh gugus aromatik bukan alkohol melainkan fenol.&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Golongan senyawa ini mempunyai sifat-sifat yang berbeda dengan alkohol dan tersendiri&lt;/font&gt;&lt;font style=""&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt; text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font lang="IN"&gt;Ikatan dalam alkohol yaitu mempunyai ikatan yang mirip air, dimana oksigen berada dalam keadaan hibridisasi sp3.&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Oksigen mempunyai enam elektron ikatan maka membentuk dua ikatan kovalen dan mempunyai dua orbital berisi.&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Dua orbital sp3 atom oksigen terikat pada atom lainnya dan dua orbital sp3 lainnya terisi masing-masing dengan sepasang elektron&lt;/font&gt;&lt;font style=""&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt; text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font lang="IN"&gt;Titik didih alkohol lebih tinggi dibadingkan dengan titik didih alkana yang mempunyai atom C yang sama (etanol titik didihnya lebih tinggi daripada etana).&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Hal ini karena dalam keadaan cair molekul-molekul alkohol terassosiasi dan biasanya membentuk jembatan (ikatan hidrogen yaitu ikatan antara O dari salah satu molekul alkohol dengan atom H dari alkohol yang lain).&lt;font style=""&gt;         &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;font lang="IN"&gt;&lt;font style=""&gt;            &lt;/font&gt;      Sehingga untuk menyatukan ikatan tersebut memerlukan energi tambahan, akibatnya alkohol akan mempunyai titik didih yang lebih tinggi.&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Makin banyak atom C, makin tinggi titik didihnya.&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Alkohol memiliki BD yang lebih tinggi daripada alkana, tetapi lebih rendah daripada air.&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Alkohol – alkohol rendah (metanol, etanol, n-isopropanol, dan tersier butanol) dapat larut dalam air dengan tidak terbatas&lt;/font&gt;&lt;font style=""&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt; text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font lang="IN"&gt;Alkohol berbobot molekul rendah larut dalam air, sedangkan alkil halida padanannya tidak larut. Kelarutan dalam air ini langsung disebabkan oleh ikatan hidrogen antara alkohol dan air&lt;/font&gt;&lt;font style=""&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt; text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font lang="IN"&gt;Bagian hidrokarbon bersifat &lt;b&gt;hidrofob &lt;/b&gt;(&lt;i&gt;hydrofobic&lt;/i&gt;) yakni menolak molekul-molekul air, Makin panjang bagian hidrokarbon ini akan makin rendah kelarutan alkohol dalam air. Bila rantai hidrokarbon cukup panjang, sifat hidrofob ini dapat mengalahkan sifat &lt;b&gt;hidrofil &lt;/b&gt;(menyukai air) gugus hidroksil. Alkohol berkarbon-tiga 1-propanol dan 2-propanol, bercampur (&lt;i&gt;miscible&lt;/i&gt;) dengan air, sedangkan hanya 8,3 gram 1-butanol larut dalam 100 gram air&lt;/font&gt;&lt;font style=""&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt; text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font lang="IN"&gt;Air adalah asam sangat lemah yang mengurai sedikit menjadi ion hidronium dan ion hidroksida. Logam reaktif seperti natrium bereaksi keras dengan air membentuk basa kuat yang disebut hidroksida, dan juga bereaksi sama kerasnya dengan alkohol membentuk basa kuat yang dinamakan alkoksida&lt;/font&gt;&lt;font style=""&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;font style=""&gt;&lt;font style=""&gt;            &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font lang="IN"&gt;         Di dalam Laboratorium, alkohol dapat dibuat melalui reaksi Sn2 dari suatu alkil halida polimer dengan OH-, atau reaksi dari suatu reagensia Grignard dengan senyawa karbonil atau dengan epoksida, ataupun dengan hidrasi (dari alkena).&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Reaksi-reaksi yang terjadi pada alkohol yaitu&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;i&gt;&lt;font lang="IN"&gt;Reaksi substitusi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;font lang="IN"&gt;&lt;font style=""&gt;            &lt;/font&gt;           Tidak seperti alkil halida, alkohol tak menjalani substitusi dalam larutan netral atau basa.&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Hal tersebut dapat terjadi karena pada umumnya suatu gugus pergi haruslah basa yang cukup lemah.&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Produk dari reaksi dengan air ialah molekul air berproton (ion hidronium).&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Sebuah molekul alkohol berproton disebut ion oksonium.&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Alkohol mengalami reaksi substitusi oleh adanya HX (alkohol primer :&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Sn2 ;&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Alkohol sekunder dan tersier :&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Sn1).&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Dapat digambarkan menurut reaksi&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;font lang="IN"&gt;ROH&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;+&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;HX&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font lang="IN"&gt;&lt;font style=""&gt;è&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font lang="IN"&gt; RX&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;+&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;i&gt;&lt;font lang="IN"&gt;Reaksi Eliminasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt; text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font lang="IN"&gt;Alkohol mengalami reaksi eliminasi dan menghasilkan alkena karena melepaskan air pada reaksi ini, maka disebut reaksi dehidrasi, alkohol bereaksi eliminasi dengan H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;SO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; dan asam kuat lainnya.&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;i&gt;&lt;font lang="IN"&gt;Reaksi Oksidasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt; text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font lang="IN"&gt;Dalam reaksi organik, jika sebuah molekul memperoleh oksigen atau kehilangan hidrogen, maka molekul tersebut teroksidasi.&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Alkohol dapat dioksidasi menjadi keton, aldehid atau asam karboksilat.&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Alkohol tersier tak teroksidasi dalam suasana basa.&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Jika dicoba oksidasi dalam larutan asam, alkohol tersier mengalami dehidrasi dan kemudian alkenanya teroksidasi.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;i&gt;&lt;font lang="IN"&gt;Reaksi Esterifikasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt; text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;font lang="IN"&gt;Reaksi esterifikasi merupakan reaksi pembentukan ester. Melalui percobaan dengan menggunakan isotop radioaktif telah dapat dibuktikan bahwa air yang dibebaskan pada reaksi esterifikasi berasal dari gugus OH asam karboksilat dan atom H alkohol.&lt;font style=""&gt;  &lt;/font&gt;Ester adalah senyawa netral, molekulnya polar, dan reaksi ini merupakan reaksi keseimbangan&lt;/font&gt;&lt;font style=""&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3697597367743828797-492163665941457878?l=arafat07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafat07.blogspot.com/feeds/492163665941457878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3697597367743828797&amp;postID=492163665941457878' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3697597367743828797/posts/default/492163665941457878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3697597367743828797/posts/default/492163665941457878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafat07.blogspot.com/2008/12/alkohol.html' title='Alkohol'/><author><name>Arafat CH4O7 akenoru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09081237962441821536</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3697597367743828797.post-2210147113071186029</id><published>2008-08-27T05:47:00.001-07:00</published><updated>2008-12-24T01:11:48.535-08:00</updated><title type='text'>Nanang Galuh Banjarbaru 2008</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nanang Galuh Banjarbaru 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CAcer%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CAcer%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CAcer%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Menjadi salah seorang Nanang dalam ajang Pemilihan Nanang dan Galuh Banjar Duta Wisata Kota Banjarbaru adalah hal yang ingin ku wujudkan. Dalam Bahasa banjar Nanang artinya remaja pria dan Galuh artinya remaja wanita. Acara ini adalah event tahunan yang pasti diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarbaru, sekaligus memperingati Hari Jadi Kota Banjarbaru. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Bulan April 2008 yang lalu, gemuruh event itu begitu menggema di telinga kawula muda-mudi Banjarbaru. Tak terasa beberapa hari, pendaftarannya pun berakhir dan saatnya technical meeting bertempat di aula Trisakti Banjarbaru,dekat Hobbies. Sampai di sana ternyata baru sedikit kandidat-kandidat yang datang dan duduk-duduk sambil menanti para panitia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tidak seperti yang kuduga, semua para panitia datangnya telat..Yaaa biasa Indonesia yang terkenal dengan budaya ngaret. Cukup lama aku di sana dan akhirnya calon Nanang dan Galuh 2008 yang lain sudah terkumpul dan semua panitia juga datang. Ehh, tau-tau panitia membuka kesempatan lagi untuk pendaftaran,berarti tambah banyak lagi dong saingan ku. Datanglah peserta yang lain berbondong-bondong yang didominasi anak-anak SMA, ada gurunya lagi yang mendampingi. Formulir pun baru aja mereka isi. Sepertinya acara ini tidak dipersiapkan dengan matang, sedikit kecewa sich, tapi mau bagimana lagi. Kegiatan pertama yang kami lakukan adalah pengukuran tinggi badan, sebelumnya para peserta registrasi terlebih dahulu. Pengukuran dilakukan secara bergantian, yang terlebih dahulu diukur adalah para peserta wanita setelah selesai dilanjutkan kembali oleh peserta pria. Dan saat tiba giliran ku,aku berharap tinggi badan ku mencukupi kriteria sebagai nanang, yang mengukur tinggi badan ku ketika itu kebetulan sekali adalah Nanang Banjarbaru 2007. Ternyata tinggi badan ku melebihi syarat dari panitia, aku sich senang tapi tetap saja bagiku tinggi badanku ini tak sama seperti kandidat kuat yang lain. Setelah pengukuran tinggi badan selesai, tiba saatnya para panitia menjelaskan teknis pelaksanaan untuk acara audisi besok. Dalam kesempatan itu kami diberi kesempatan untuk bertanya tentang hal-hal yang masih belum jelas. Tampak lagi seorang Nanang Banjarbaru 2007 membagikan jadwal acara audisi. Dalam jadwal audisi berlangsung selama tiga hari. Tak lama kemudian banyak pertanyaan menghujani para panitia, sampai ada peserta yang tanya bagaimana kalau ada peserta yang tidak menarik secara fisik tapi dapat mempromosikan budaya dan wisata kota Banjarbaru, karena menurutnya sebagai Duta Wisata tugas yang mesti dilakukan adalah hal itu, jadi tidak memamerken keunggulan fisik. Dan pada akhirnya technical meeting berakhir, aku pun mempersiapkan diri untuk audisi esok hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Tibalah saatnya hari pertama audisi, semua peserta wajib memperkenalkan dirinya. Itulah yang harus dilakukan di hari pertama. Seperti biasa setiap aku datang tetap saja masih ada yang bias telat. Sebelum itu juga kami harus registrasi lagi dan mengambil nomor. Nomor keberuntungan ku saat itu adalah 09. Akhirnya datang juga para juri, dan setelah beberapa peserta sudah memperkenalkan diri, rasa gugupku pun semakin menjadi-jadi. Sampai saai itu belum ada yang menggunakan Bahasa Inggris, hanya bahasa Banjar dan Bahasa Indonesia saja, karena kami diperbolehkan untuk memilih tiga bahasa tersebut. Aku pun menggunakan Bahasa Indonesia saja, biar lebih terartur dan berwibawa. Aku pun tercengang saat peserta yang berbicara Bahasa Inggris dengan fasihnya, itu pun menjadi kandidat yang mungkin sulit aku taklukan. Yang dinilai dari situ sich kata juri &lt;i style=""&gt;Public Speaking&lt;/i&gt;, bagaimana cara kita berbicara di depan khalayak ramai. Dalam waktu yang cukup lama akhirnya semua peserta telah selesai melakukan tugasnya .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Tak terasa hari kedua tiba, di hari ini tes wawancara, katanya sich. Ada empat materi yang dibicarakan, antara lain: Pemerintahan, Busana(Kepribadian), Budaya, dan Bahasa Inggris. Semua materi Alhamdulillah dapat terselesaikan dengan baik, terkecuali Bahasa Inggris, soalnya aku belepotan banget saat menjawab pertanyaan dari Ibu itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yaa terpaksa deh, jawabanku sedikit aneh yang penting ada kata-kata inggrisnya..he…he…he…he…. Sebenarnya sich hari itu tugas ku sudah selesai, tapi aku mau melihat kandidat yang lain. Waah ada anak SMA yang fasih banget Bahasa Inggrisnya, semua para peserta yang duduk didekatnya melihat ke arahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Di hari ketiga adalah sesi keterampilan. Semua peserta mempunyai persiapan yang matang. Dan juri yang hadir pada saat itu adalah Dani Gapuri yang sudah berpengalaman menjadi juri Pemilihan Nanang dan Galuh Banjar. Aku pun pastinya sudah siap dengan keterampilanku,kebetulan aku mahir membaca puisi, jadi aku menampilkan itu. Cukup bervariasi sebenarnya yang ditampilkan oleh masing-perserta, yang paling banyak adalah menyanyi. Ada juga yang piawai dalam menari, ada tarian baksa kembang,baksa panah,dan japin ada juga tarian giring-giring. Ada lagi yang pandai sekali menampilkan Madihin itu-tu yang sering ditampilin sam John Tralala, artis banjar itu. Pokoknya aku senang soalnya, Om Dani bilang kalau intonasi saat aku membaca puisi sangat pas, beliau sebenarnya yakin kalau aku punya talent yang lain dan beliau berharap aku bisa bersaing di grandfinal bersama dengan finalis lain. Dalam benakku berarti &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;aku ada harapan menjadi finalis Nanang tahun ini, dari situlah rasa optimisku semakin memuncak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Setelah semua peserta unjuk kebolehan di depan para juri, walaupun sudah jam sebelas malam aku tetap duduk di kursi peserta, karena sebentar lagi adalah pengumumuan peserta yang masuk ke semifinal. Saat pengumuman itu tiba, Alhamdulillah namaku disebutkan juga. Aku harus bersiap-siap lagi untuk mempersiapkan busana Sasirangan untuk tampil di Semifinal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Keesokan harinya pun aku masih sangat kebingungan mencari busana yang harus aku kenakan, karena panitia menginginkan busana semiformal yang didominasi kain Sasirangan (kain khas Kalimantan Selatan). Cukup sulit mencari busana seperti itu,tapi setelah berkonsultasi dengan ayahku ternyata beliau menyarankan untuk membuat busana itu saai itu juga. Tak lama kemudian aku dan ayah langsung ke rumah teman ayahku yang pandai sekali membuat jas. Tempo pembuatannya pun cuma satu hari saja, jadi beliau sangat bekerja keras untuk menyelesaikan jasku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Tinggal beberapa menit lagi, acara malam itu akan berlangsung jika sesuai dengan jadwal. Tapi ayahku masih belum datang untuk mengambil jasku, tak lama kemudian akhirnya jas itu pun datang. Aku pun sebenarnya kasihan dengan ayahku yang dengan susah payah mengambilnya,tapi ayahku tetap tenang dan sangat memotivasiku agar bisa masuk ke grandfinal. Langsung saja ku buka dari kantong plastik itu, kulihat sebuah jas yang berwarna gelap dengan celana panjang hitam. Berangkatlah aku bersama ayahku naik motor ke tempat acara berlangsung, Alhamdulillah aku belum terlambat. Ternyata Allah masih meridhoi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Semua pejabat sudah datang dan semua semifinalis sudah siap dengan busananya masing-masing, tak ketinggalan pula para juri yang siap meliahat aksi kami. Memang tidak ada &lt;i style=""&gt;basic &lt;/i&gt;sama sekali berjalan di atas &lt;i style=""&gt;catwalk &lt;/i&gt;jadi aku berjalan di atas panggung dengan seadanya yang mungkin menurutku terlihat bagus. Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya malam itu juga diumumkan sepuluh remaja pria dan sepuluh remaja wanita yang masuk ke grandfinal. Alhamdulillah, namaku disebutkan juga oleh juri. Aku sangat senang,obsesi ku ternyata bisa tercapai, tidak hanya sekedar mimpi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Semua finalis harus mengikuti karantina di salah satu hotel berbintang di kota Banjarbaru.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam karantina itu ada berbagai macam kegiatan, hari pertama adalah konvoi keliling kota banjarbaru ,malamnya adalah &lt;i style=""&gt;table manner &lt;/i&gt;dan pembekalan materi mengenai kebudayaan. Keesokan harinya dimulai dengan siraman rohani setelah shalat subuh, senam pagi, sarapan pagi, dilanjutkan kembali dengan pembekalan materi tentang kepribadian, pengetahuan Bahasa Inggris, pemerintahan, perhubungan, dan tata kota. Malamnya kami makan di salah satu restoran &lt;i style=""&gt;fastfood&lt;/i&gt; dengan menggunakan bus dari pemko, sambil foto-foto juga sich. Setelah kenyang kembali lagi ke hotel untuk latihan menyanyikan lagu mars banjarbaru dan “Banjarbaru Kota Idaman”. Keesokan harinya siraman rohani lagi tentunya setelah shalat subuh, senam pagi, sarapan pagi, berkunjung ke tempat-tempat wisata yang ada di Banjarbaru, makan siang di salah satu warung yang menyediakan makanan laut dan lain-lain. Semua finalis kekenyangan termasuk panitia-panitianya, dan kami harus bersiap-siap pulang ke rumah masing-masing dengan tas yang sudah kami &lt;i style=""&gt;packing&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Karantina sudah berlalu, sehari setelah itu adalah Malam Busana Nasional salah satu penilaian di granfinal ada pada acara itu. Aku pun sudah siap pula dengan setelan jas tuxedo. Busana yang kami gunakan harus bisa dikenakan dalam acara resmi. Pada malam itu, hadir pula Galuh Banjarbaru terdahulu Wika Juliansyah yang bertugas sebagai &lt;i style=""&gt;host&lt;/i&gt;. Semua finalis sudah memamerkan busana resminya termasuk para Galuh yang ribet dengan kebayanya. Tapi kami tak pernah tau dengan penilaian juri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Malam Grandfinal akhirnya tiba. Semua finalis tampak mengenakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;busana daerah Nanang dan Galuh Banjar. Hadir pula Walikota Banjarbaru Bapak Rudi Resnawan dan para pejabat setempat lainnya. Satu peserta harus unjuk kebolehan lagi di hadapan penonton dalam menjawab pertanyaan yang kami dapatkan. Bersyukur sekali aku bisa menjawab dengan lancar atas pertanyaan yang ditujukan kepadaku. Setelah semua finalis sudah tampil, maka pengumuman pemenang pun akan segera dilakukan. Dan ternyata aku dinobatkan sebagai Nanang Busana Nasional atau lebih kerennya lagi The Best National Costum. Walaupun tidak menjadi jawara di tahun 2008 ini tapi aku tetap senang menjadi salah seorang finalis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3697597367743828797-2210147113071186029?l=arafat07.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafat07.blogspot.com/feeds/2210147113071186029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3697597367743828797&amp;postID=2210147113071186029' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3697597367743828797/posts/default/2210147113071186029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3697597367743828797/posts/default/2210147113071186029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafat07.blogspot.com/2008/08/nanang-galuh-banjarbaru-2008.html' title='Nanang Galuh Banjarbaru 2008'/><author><name>Arafat CH4O7 akenoru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09081237962441821536</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
